Metode Induksi Persalinan sesuai kondisi yang Dialami

- 20.11
Induksi persalinan merupakan sebuah tindakan stimulasi yang dilakukan untuk merangsang bagian rahim agar mengalami kontraksi. Tujuannya tentu saja untuk mempercepat dan mempermudah proses persalinan. Tindakan ini akan dilakukan oleh tenaga media yang ahli di bidangnya. Berikut ini metode induksi yang dilakukan sesuai dengan kondisi yang dialami. Berdasarkan info lengkap bisa cek https://www.generasimaju.co.id/ini-alasan-yang-mengharuskan-bunda-menjalani-induksi-persalinan agar anda lebih tau.

Jangkauan Selaput
Anda akan mendapatkan tindak induksi ini saat persalinan ketika proses jalan lahir bayi sangat lambat. Metode ini dilakukan dengan cara dokter atau bidan menyapukan jarinya di sekeliling leher rahim. Tujuan dari metode ini untuk memisahkan lapisan kantong ketuban yang ada dengan bagian leher rahim.

Ketika proses pemisahan dengan metode ini berhasil maka akan terjadi pelepasan hormon prostaglandin yang berperan memicu persalinan. Saat metode ini dilakukan membutuhkan estimasi waktu selama 24-28 jam. Selama proses berlangsung Anda jangan merasa panik karena dokter akan melakukan tindakan yang baik. Bayi Anda akan lahir dengan selamat dan sehat.

Mematangkan Leher Rahim
Metode yang kedua ini dengan menggunakan obat. Di mana dokter yang menangani persalinan Anda akan memberikan obat yang gunanya untuk mematangkan leher rahim. Obat yang diberikan berisi hormon yang pemberiannya dilakukan secara oral dengan diminum.

Cara lainnya juga bisa dilakukan dengan memasukkan obat tersebut ke dalam vagina. Ini tujuannya untuk membuka leher rahim agar semakin membesar. Cara lain yang diterapkan pada metode ini adalah dengan memasukkan kateter balon yang dimasukkan ke dalam leher rahim. Hanya tenaga medis ahli yang dapat melakukan tindakan ini pada proses persalinan.

Memecahkan Air Ketuban
Metode induksi persalinan berikutnya yang dapat dilakukan adalah memecahkan air ketuban bayi. Alat yang digunakan untuk proses pemecahan air ketuban bentuknya menyerupai jarum rajut. Manfaatnya untuk mendorong terjadinya kontraksi agar proses persalinan dapat berlangsung dengan lebih cepat.

Metode ini diterapkan dengan kondisi saat kepala bayi Anda sudah sampai ke bagian panggul bawah dan kondisi leher rahim telah setengah terbuka. Pada saat melakukan metode ini kondisi detak jantung bayi akan terus dimonitor.

Pemantauan dilakukan dimulai dari sebelum metode diterapkan sampai proses persalinan selesai. Metode ini merupakan cara yang digunakan ketika bayi sudah melewati jalan lahir, hanya saja tersendat. Anda cukup mengatur napas dengan baik dan jangan merasa panik, sebab kepanikan hanya akan membuat kondisi persalinan semakin sulit.

Oksitosin yang Diinfus
Metode induksi lainnya yang digunakan dengan memakai obat-obatan. Metode ini dilakukan dengan cara menginfuskannya ke dalam pembuluh darah. Cara kerjanya akan meningkatkan kinerja hormon sintetis yaitu untuk menyebabkan kontraksi rahim. Metode ini juga sering dilakukan bersamaan dengan metode pemecahan air ketuban.

Oksitosin diinfuskan ke pembuluh darah secara perlahan-lahan. Metode ini dilakukan ketika  kondisi leher rahim telah mulai menipis dan melunak. Kontraksi yang terjadi akan memudahkan proses persalinan tanpa perlu dilakukan operasi.

Menggunakan Prostagladin
Metode lainnya untuk melakukan induksi dengan menggunakan prostaglandin yang berupa sebuah hormon untuk menstimulasi persalinan. Bentuknya berupa gel atau spiral. Cara menerapkan metode ini dengan meletakkannya di leher mulut rahim. Hormon akan memicu kontraksi untuk mempercepat proses lahirnya bayi Anda tanpa mengalami masalah atau komplikasi.

Metode induksi persalinan ini dibutuhkan ketika kandungan Anda telah berusia lebih dari 41 minggu. Induksi akan dilakukan setelah pemeriksaan dari dokter bahwa tidak adanya tanda-tanda akan melahirkan. Anda pun merasa nyaman-nyaman saja. Proses pemeriksaan akan dilakukan dan ditetapkanlah sekaligus jenis metode induksi yang akan dilakukan agar bayi Anda lahir.
 

Start typing and press Enter to search